Jumat, 01 Mei 2009

'KNOWING', Ramalan Dari Masa Depan


Sebuah penggalian yang dilakukan di sebuah sekolah menemukan barang-barang dari masa lalu yang memang sengaja dikubur untuk ditemukan orang-orang di masa yang akan datang. Salah satu dari hasil temuan itu adalah deretan angka yang dibuat oleh seorang anak lima puluh tahun yang silam. Semula deretan angka itu terlihat seperti deretan angka acak namun ternyata di balik deretan angka itu tersimpan sebuah misteri.

Caleb Koestler (Chandler Canterbury), putra John Koestler (Nicolas Cage) membawa temuan itu dan menunjukkan pada ayahnya yang memang adalah seorang ahli astrofisika. Setelah meneliti deretan angka tersebut, John menyadari ada sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh si penulis dan ternyata di dalam deretan angka itu juga tersimpan sebuah fakta yang menakutkan.

Dalam deretan angka itu tersimpan beberapa catatan kejadian selama lima puluh tahun terakhir. Artinya, saat deretan angka itu ditulis, sang penulis tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Meski semula tak percaya, namun John akhirnya mau tak mau merasa khawatir bahwa ramalan yang tertulis dalam deretan angka itu memang akan benar-benar terjadi. Dan yang paling menakutkan adalah ramalan yang menyebutkan bahwa tak lama lagi ras manusia akan punah.

Kini John punya dua pilihan: membiarkan itu semua terjadi secara wajar atau berusaha untuk menentang takdir dan menyelamatkan seluruh umat manusia dari kepunahan seperti yang digambarkan dalam ramalan dari masa lalu itu. Masalahnya, adakah orang yang percaya pada kata-kata John atau John harus menjalankan misi mulia ini seorang diri.

Ide akhir dunia memang tergolong ide klasik. Bila Anda sempat melihat ARMAGEDDON yang dibintangi Bruce Willis di tahun 1998 lalu, kurang lebih ide itu juga yang coba diangkat lewat film ini. Bedanya mungkin adalah adanya pembauran antara pendekatan ilmu pengetahuan dan pendekatan agama yang disatukan dalam film berdurasi 121 menit ini. Mungkin Alex Proyas, sang sutradara, mencoba merangkul kaum agamis untuk bisa menikmati film ini dari sisi pandang mereka juga.

Sebenarnya ide Alex ini tak salah. Sayangnya dalam penuangannya jadi terasa sedikit mengganjal. Alex mencoba play safe dengan tidak berusaha menyebut agama secara terang-terangan tapi tetap saja penonton akan terbawa ke konotasi yang satu ini karena Alex memasukkan beberapa clue yang mengarah ke sana.

Soal special effect, sebenarnya tak ada yang baru tapi Alex menggunakannya dengan cara yang cukup efektif sehingga tak berkesan basi sementara dari soal akting, agaknya tak terlalu ada masalah yang cukup parah. Satu yang patut disayangkan justru adalah Nicolas Cage yang belakangan jadi sering terjebak bermain dalam film-film yang malah merusak image yang ia bangun sejak ia bermain dalam VAMPIRE'S KISS.
Sumber:kapanlagi.com

[+/-] Read More...

both;'/>

'WATCHMEN', Menguak Kasus Pembunuhan Mantan Superhero


Pemerintah AS yang semula membiarkan para superhero beraksi bebas, memutuskan untuk membubarkan kelompok superhero yang menamakan diri mereka Watchmen ini. Semua bekas anggota Watchmen kemudian di bebaskan dari tugas kecuali Edward Blake alias The Comedian (Jeffrey Dean Morgan) dan Dr. Jon Osterman atau yang lebih dikenal sebagai Doctor Manhattan (Billy Crudup).

Para superhero yang lain memutuskan untuk mengakhiri kisah kepahlawanan mereka dan mencoba beradaptasi menjadi masyarakat biasa. Di sisi lain, Walter Kovacs atau yang lebih dikenal sebagai Rorschach (Jackie Earle Haley) memutuskan untuk tetap memerangi kejahatan secara sembunyi-sembunyi.

Tak beberapa lama kemudian terjadi kasus misterius saat salah satu mantan anggota Watchmen yang bernama The Comedian ditemukan tewas dibunuh. Rorschach yakin kawannya ini dibunuh sebagai bagian dari rencana melenyapkan seluruh mantan anggota Watchmen yang tersisa. Tak satu pun percaya sampai Adrian Veidt yang punya identitas lain Ozymandias menghadapi usaha pembunuhan yang sama meski ia pada akhirnya lolos. Kini sisa anggota harus mulai bersatu atau mereka akan dibantai habis seperti dugaan Rorschach.

WATCHMEN

Film yang mengambil setting tahun 80-an ini adalah adaptasi dari komik karya Alan Moore dan Dave Gibbons yang hanya terdiri dari 12 seri. Walaupun Watchmen ini masih mengambil tema superhero namun hanya 1 orang dari kelompok ini yang memiliki kekuatan superhero. Lainnya hanyalah manusia biasa yang memerangi kejahatan dengan mengenakan kostum dan topeng.

Di Indonesia sendiri nama Watchmen pasti terdengar aneh karena komik-komik ini tak beredar di sini. Jadi bisa diasumsikan bahwa hampir semua penonton di Indonesia tak mengenal nama-nama anggota Watchmen. Ini membuat film yang diadaptasi dari komik ini jadi punya tantangan tersendiri karena dalam waktu 160 menit, film ini harus mampu membangun sebuah pemahaman tentang latar belakang semua tokoh, sekaligus memahami alur ceritanya.

WATCHMEN

Buat yang sudah membaca dua belas komiknya jelas tak akan terlalu sulit mengikuti alur film ini. Sayangnya hal yang sama tak bisa dikatakan buat mereka yang benar-benar asing dengan kisah ini. Terlalu banyaknya karakter juga tak membuat pemahaman ini jadi lebih mudah. Karakter yang coba diungkapkan lewat kilasan flashback sedikit membantu meski tak benar-benar mampu membangun ikatan antara sang tokoh dan penonton.

Zack Snyder yang menyutradarai film ini memutuskan untuk membuat film ini sedekat mungkin dengan sumber aslinya walaupun di akhir film ada sedikit penyimpangan dari versi komiknya. Suasana dibuat suram ala film BATMAN BEGINS dan THE DARK KNIGHT. Zack juga berusaha memunculkan konflik batin para superhero ini, sama seperti yang dilakukan Christopher Nolan pada Batman. Sayangnya mustahil menyorot mereka semua hanya dalam durasi 160 menit saja.

Sumber:kapanlagi.com

[+/-] Read More...

both;'/>

Overclock Prosesor Lawas

Kalau Anda baru belajar overclock, mulai saja dengan komputer yang sudah ada. Lebih baik lagi kalau Anda punya komputer yang sudah tidak terpakai. Sebagai contoh nih, PCplus sengaja menggunakan sistem sudah agak lama.

Komputer yang digunakan PCplus berprosesor Pentium-4 3GHz dengan pendinginan standar. Sebagai pendukung, motherboard Asus dengan chipset i875P, dua keping memori Kingston DDR400 512MB, VGA Radeon 9600Pro, serta power supply Enlight 420 watt digunakan.
Tanpa ba-bi-bu lagi, mari kita langsung terjun ke cara melakukan overclock pada prosesor.

Di motherboard Asus yang menggunakan AMI BIOS, pilihan untuk mengutak-atik kinerja sistem ada pada menu “Advanced”. Di bagian “Configure System Frequency/Voltage”, pilih opsi “AI Overclock Tuner”. Ubah pengaturannya dari “Standar” ke “Manual”.

2. Sebelum overclock prosesor, sebaiknya turunkan dulu frekuensi memori dari 400 MHz ke 266 MHz. Tujuannya untuk menghindari gagalnya overclock jika memori tersebut tidak sanggup bekerja di atas frekuensi 400MHz. Lalu, apa hubungan antara prosesor dengan memori? Pada sistem ini, setiap peningkatan frekuensi prosesor 1 MHz, frekuensi memori juga akan meningkat. Untuk itu, kita perlu membuat memori tetap ada di frekuensi yang pasti didukung memori yang dipakai.

3. Supaya bus AGP dan PCI tidak turut di-overclock, pastikan AGP dan PCI tetap bekerja pada frekuensi 66 dan 33MHz. Bila frekuensi AGP dan PCI meningkat, kerja komputer memang akan lebih baik pada sisi grafis dan media penyimpanan alias hard disk. Tetapi, sabar yah. Sekarang ini kita bahas dulu overclock untuk prosesor. Lagipula, overclock media penyimpanan dan VGA memiliki risiko yang besar.

4. Berhubung prosesor memiliki multiplier yang dikunci (tidak bisa dinaikkan), kinerja digenjot dengan menaikkan FSB atau CPU External Frequency. Kebetulan, prosesor Pentium-4 3GHz yang PCplus gunakan menggunakan standar 200MHz (quad pump FSB 800MHz). Coba naikkan angka tersebut ke atas sebesar 10 MHz (baca boks “Tips” untuk menentukan besarnya angka ini). Setelah itu, simpan opsi BIOS lalu restart komputer.

5. Pasa saat POST (Power On Self Test) yang muncul enggak lama setelah komputer nyala, Anda akan melihat kecepatan prosesor sudah bertambah. Pada gambar itu tampak kalau CPU External Frequency sudah dinaikkan dari 200 ke 210MHz. Dengan pengali (multiplier) prosesor x15, dari 3000MHz prosesor kini memiliki kecepatan 3160MHz (dibulatkan ke atas). Biarkan komputer melanjutkan tugasnya sampai masuk ke dalam sistem operasi. Setelah itu, jalankan software yang biasa Anda gunakan untuk bekerja. Kalau komputer masih mampu menjalankan semua dengan sempurna, kembali ke BIOS dan naikkan lagi CPU External Frequency. Beri tambahan lagi sekitar 5 MHz sampai 10 MHz. Lakukan terus langkah ini sampai Anda PC Anda menjadi tidak stabil. Jika PC sudah ada tanda-tanda “ngaco”, kembalikan aturan BIOS ke pengaturan ketika kinerja PC masih mulus. Kalau masih penasaran, silahkan kembali naikkan CPU External Frequency, namun kini angkanya cukup 1 sampai 3 MHz saja.

6. PCplus dapat menaikkan kecepatan prosesornya dari 3000MHz menjadi 3300MHz dan 3375MHz. PCplus tidak melakukan overclock lebih lanjut karena sudah muncul tanda-tanda kalau sistem tidak stabil. Contohnya, aplikasi yang PCplus pakai untuk menguji selalu mengalami hang, gagal loading. Ketika berhasil jalan, eh hasil uji menunjukkan penurunan kinerja, bukannya kenaikan. Pokonya tidak sebanding dengan overclock yang sudah dilakukan. Selain itu, suhu prosesor di BIOS juga sudah menunjukkan posisi yang agak berbahaya. Di awal-awal suhu prosesor berada di kisaran 47 derajat Celcius, setelah overclock ini suhu mencapai 55 derajat Celcius.


TIPS: Bereksperimenlah

Berapa nilai kecepatan yang harus dimasukkan di BIOS untuk overclock? Tak ada jawaban yang pasti untuk ini. Orang yang ekstrem mungkin akan memasukkan angka yang bisa dibilang rada “gila”, misalnya menambah 100 dari angka yang sudah ada—kalau angka standar di BIOS 200, ia memasukkan 300. Tapi, ada pula orang yang main aman. Ia cuma menambah 10 dari angka yang sudah ada.

Nah, PCplus menganjurkan cara yang kedua saja. Tambahkan dulu 10 dari angka yang sudah ada. Kemudian, coba hasil overclock-nya. Apa komputer masih stabil? Kalau masih, tambahkan 5 lagi dari angka yang terakhir. Coba lagi. Masih stabil? Tambah lagi 5. Kalau sudah tidak stabil, turunkan 2 dan coba lagi. Kalau stabil, coba tambah 1. Kalau masih tak stabil turunkan lagi.

Intinya, cari-cari sendirilah angka yang paling pas untuk overclock PC Anda. Perlu diingat juga, kalau Anda berhasil menambah sampai 50 angka, belum tentu kawan Anda bisa sebesar itu. Kawan Anda bisa lebih atau bisa kurang. Setiap perangkat keras, meskipun merek dan tipenya sama, kemampuan overclock-nya berbeda.


PERINGATAN: Penulis dan PCplus tidak bertanggung jawab atas kerusakan sistem karena overclock yang dilakukan. Perlu diingat, kerusakan akibat overclocking akan menghilangkan garansi atas produk yang Anda beli dari toko atau distributor produk yang bersangkutan.
Sumber: PC PLUS

[+/-] Read More...

both;'/>

Genap 40 Tahun, AMD Luncurkan Graphics Card Desktop 40nm Pertama


Kemarin AMD berulang-tahun ke-40. Seakan-akan untuk memperingati usianya itu, sebuah prosesor grafis ATI Radeon HD 4770 baru pun diluncurkan. Produk ini ditujukan pada pasar desktop PC.

ATI Radeon HD 4770 ini istimewa karena memanfaatkan proses manufaktur paling canggih saat ini, 40 nanometer. Teknologi memori-nya terbaru, yakni GDDR5, yang memberikan tingkatan data lebih tinggi untuk performa game yang lebih cepat, termasuk dukungan hardware generasi ketiga untuk game-game DirectX 10.1, seperti Battleforge, HAWX, S.T.A.L.K.E.R Clear Sky dan Stormrise.

Berkat teknologi Unified Video Decoder (UVD 2.0) generasi kedua dari AMD, penggunanya dapat menikmati video playback secara smooth, gambar-gambar yang jernih, warna-warna yang tajam untuk semua konten HD, termasuk dari Blu-ray disc. Sementara dukungan untuk HDMI, picture-in-picture (PiP) dan teknologi-teknologi audio HD terbaru, seperti 7.1 surround sound, menjadikan penggunanya dapat menikmati pengalaman hiburan dengan kualitas sinema nan impresif di rumah.

Diklaim sebagai berkinerja terbaik dan paling efisien energi listrik di kelasnya, prosesor grafis ini dibandrol dengan harga kurang dari US$ 109. Salah satu yang sudah menerapkannya adalah MSI.
Sumber:kompas.com

[+/-] Read More...

both;'/>